Suatu siang sepulang dari sekolah :

“Ma, tenggorokanku kenapa kayak agak sakit kalau menelan? “kata Nadia.

Nadia anak pertamaku yang saat ini sudah kelas 6 SD, memang sedang banyak kegiatan sepulang sekolah, kadang diisi les atau tambahan belajar untuk persiapan Ujian Nasional bulan April – Mei tahun yang akan datang. Saat mendengarnya berkata seperti itu, saya kemudian bergegas melihat kondisi Nadia, meraba dahinya, badannya, atau melihat mungkin ada yang berubah dari kondisi fisiknya. Kelihatannya dia memang sedikit tidak bersemangat seperti biasa, suhu tubuhnya agak sedikit hangat, dan saat saya minta untuk membuka mulut, saya melihat tenggorokannya agak berwarna kemerahan. Memang sih akhir-akhir ini makannya terlihat lebih sedikit dari biasanya, walaupun memang Nadia temasuk anak yang malas makan, tapi akhir-akhir ini dia menjadi semakin malas makan. Ternyata ini karena tenggorokannya yang sakit saat akan menelan makanan.

Saat terserang penyakit, anak-anak memang terlihat jadi tidak bersemangat seperti biasa. Ini dikarenakan tubuhnya memberi sinyal akan adanya sesuatu yang tidak berfungsi dengan normal pada tubuhnya. Kerja organ tubuh jadi tergangggu akibat adanya mikroorganisme asing penyebab penyakit, yang dapat berupa virus, bakteri, parasit atau jenis mikroba lain yang bisa mengakibatkan infeksi pada tubuh. Sebenarnya masuknya mikroba asing dalam tubuh bisa kita tangkal jika kita memiliki daya tahan tubuh yang baik. Tetapi saat gempuran mikroba sudah tidak bisa kita kendalikan, tubuh pun akhirnya kalah dan harus sakit.

Baca di sini : Daya tahan tubuh maksimal jauhkan serangan penyakit

Dalam kasus Nadia kali ini, ternyata dia diserang penyakit radang tenggorokan atau faringitis. Faring adalah saluran tenggorokan bentuknya seperti tabung yang terdapat persis di depan tulang leher berfungsi sebagai saluran alat pencernaan, membawa makanan dari rongga mulut ke esofagus (kerongkongan), dan juga merupakan bagian dari sistem pernapasan karena merupakan jalannya udara dari rongga hidung dan mulut ke larynx (tempat pita suara). Radang tenggorokan merupakan jenis penyakit yang paling banyak diderita anak-anak usia batita, tetapi juga tidak jarang terjadi pada usia remaja dan dewasa.

Radang tenggorokan atau faringitis adalah pembengkakan pada tenggorokan yang ditandai dengan gejala seperti :

  • demam (kadang demam sedang hingga demam tinggi)
  • sakit kepala
  • kadang disertai dengan flu dan batuk
  • nyeri saat menelan.
  • tenggorokan berwarna kemerahan, kadang disertai dengan bercak putih
  • pembengkakan kelenjar getah bening
  • lemas dan tidak nafsu makan

Penyebab paling umum radang tenggorokan adalah virus, tetapi bakteri juga bisa menjadi penyebab yang tidak jarang terjadi. Jika disebabkan oleh virus, maka radang tenggorokan bisa sembuh jika kekebalan tubuh kita maksimal. Tetapi jika disebabkan oleh bakteri, biasanya dokter akan meresepkan jenis antibiotik tertentu yang bisa meringankan gejala yang ditimbulkan akibat radang tenggorokan.

Di musim pancaroba seperti sekarang ini, banyak anak-anak yang terserang radang tenggorokan. Cuaca yang tidak menentu, angin kencang, jajanan yang tidak sehat, bisa menjadi salah satu penyebabnya. Dan diusia sekolah seperti Nadia, rasanya memang rentan sekali terkena penyakit yang satu ini.

Lalu apa yang bisa kita lakukan saat anak terkena radang tenggorokan? Untuk anak seusia Nadia, mungkin lebih bisa mengendalikan rasa sakit yang timbul. Tetapi untuk usia bayi, batita atau balita, cenderung tidak bisa mengendalikan rasa sakitnya dan seringkali hanya bisa menangis sepanjang hari. Rasa tidak nyaman karena sakit pada tenggorokan memang sangat menggangu aktivitas anak yang hanya ingin bermain. Hal-hal berikut bisa kita lakukan untuk mengatasi ketidaknyamanan pada tenggorokan :

  • Berikan air hangat

Rasa tidak nyaman pada tenggorokan bisa sedikit dihilangkan dengan memberikan air hangat. Tenggorokan yang sedikit merah dan membengkak akan semakin memburuk dengan memberikan air dingin atau minuman yang mengandung gula.

  • Konsumsi makanan cair

Mengonsumsi makanan yang cair seperti bubur sangat baik untuk penderita ini. Teksturnya yang lembut bisa lebih mudah dicerna dan tidak menimbulkan rasa sakit berlebih saat dikonsumsi.

  • Perbanyak sayur dan buah

Buah dan sayuran sangat baik untuk dikonsumsi karena mengandung antioksidan. Antioksidan bekerja dengan mengoksidasi racun atau jenis bahan berbahaya lainnya sehingga membuat tubuh menjadi lebih cepat sembuh dari penyakit.

  • Berkumur menggunakan air garam dan obat antiseptik

Air garam membuat rasa tidak nyaman pada mulut dan tenggorokan bisa teratasi. Karena sifat air garam yang bekerja dengan menyerap kadar air, sehingga bakteri penyebab penyakit tidak bisa tumbuh dan akhirnya mati. Air garam juga bisa membantu meredakan rasa sakit sehingga peradangan bisa berangsur membaik.

  • Periksakan ke dokter jika gejala yang diderita menjadi lebih berat

Memeriksakan ke dokter adalah cara yang tepat saat gejala yang muncul menjadi lebih berat. Misalnya demam tidak kunjung turun, tenggorokan yang terasa makin sakit, atau menemukan bercak merah pada kulit. Segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Mengapa radang tenggorokan sering datang berulang?

Karena tenggorokan merupakan saluran utama masuknya makanan, dan juga merupakan bagian dari sistem pernapasan, maka bagian organ tubuh yang satu ini juga seringkali terinfeksi akan masuknya mikroorganisme asing penyebab penyakit. Namun demikian radang tenggorokan juga seringkali bukan disebabkan karena infeksi bakteri atau virus, melainkan bisa juga karena alergi terhadap cuaca dingin, terhirupnya polutan seperti asap rokok dan juga udara yang tercemar, atau juga akibat bahan kimia berbahaya lainnya. Jika radang tenggorokan sering datang berulang, maka hindarilah selalu penyebabnya, beristirahatlah yang cukup, konsumsi makanan yang sehat, dan minum vitamin yang bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Saat salah satu anggota keluarga sakit, rasanya kita sebagai ibu seringkali jadi merasa sakit juga. Dan ketika mereka bisa kembali sehat dan beraktivitas kembali, pasti tidak terbilang bahagia yang kita rasakan. Sama halnya saya kali ini, saya sangat senang karena tidak harus membawa Nadia ke dokter saat mengalami radang tenggorokan, karena dengan menghindari penyebabnya dan membuat daya tahan tubuhnya bekerja dengan baik, Nadia sudah bisa sehat kembali. Saya sangat sadar kesehatan adalah hal yang paling utama dalam keluarga, karena itu jagalah selalu kesehatan diri sendiri dan anggota keluarga lainnya.

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here