PRUSyariah dari Prudential Indonesia

Siang hari sehabis kaum Muslimin melaksanakan sholat Jumat pada hari itu, tangal 15 Februari 2019, para Blogger dan media menghadiri acara yang diadakan oleh PRUSyariah dari Prudential Indonesia. Suasana yang lumayan akrab dihadirkan dari pembicara yang dibuka oleh pak Bondan Margono selaku AVP Sharia Operations Prudential Indonesia.

Bondan Margono selaku AVP Sharia Operation Prudential Indonesia (Foto oleh alfulaila.com)

Kita bincang-bincang santai saja yah, “kata pak Bondan”. Pak Bondan pun menanyakan kepada kami bagaimana cara kami membedakan antara asuransi konvensional dan syariah? Menurut beberapa pandangan yang disampaikan peserta yang hadir saat itu, hal yang paling membedakan antara kedua asuransi tersebut adalah jika asuransi konvensional menawarkan bunga untuk nasabah, sedangkan asuransi syariah tidak mengenal konsep bunga melainkan sistem bagi hasil.

Sejalan dengan itu, PRUSyariah dari Prudential Indonesia berinovasi dengan meluncurkan Program Wakaf yang menawarkan pilihan bagi nasabah dan calon nasabah dalam menyalurkan wakaf. Program ini sesuai dengan Fatwa MUI No. 106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah, yang membolehkan masyarakat berwakaf dalam bentuk asuransi. Dengan berwakaf, seseorang memperoleh manfaat berkelanjutan sehingga menjanjikan pahala yang tidak terputus.

Program Wakaf dari PRUSyariah adalah wujud dari komitmen Prudential yang baru yaitu, “WE DO GOOD” atau “Kami Mewujudkan Kebajikan“. Program ini memberikan solusi terhadap kebutuhan nasabah dalam melaksanakan wakaf dan membantu mereka mewujudkan kebajikan secara berkelanjutan. Program ini melengkapi serangkaian produk dan layanan asuransi berbasis syariah yang kompeherensif dari Prudential.

Menurut World Giving Index oleh Charity Aids Funds, Indonesia menduduki posisi teratas sebagai masyarakat paling dermawan di dunia. Sifat orang Indonesia yang cenderung lebih mudah berbagi, terlebih jika melihat ada bencana atau musibah, maka kita selalu menjadi yang terdepan dalam mengirimkan bantuan. Karena itulah Prudential mengeluarkan Program Wakaf untuk mendukung nasabah yang sedang mencari solusi modern dan cerdas untuk berwakaf, sekaligus memastikan diri dan keluarga memperoleh proteksi dan perencanaan investasi yang tepat.

Melalui Program Wakaf ini, para nasabah juga dapat lebih mudah menyalurkan wakaf asuransinya. Ini disebabkan karena Prudential bermitra dengan tiga lembaga wakaf atau nazhir yang terpercaya, yaitu Dompet Dhuafa, iWakaf dan lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI). Nasabah pun diberikan kebebasan untuk memilih dari ketiga lembaga wakaf tersebut.

 

Program Wakaf dari PRUSyariah Prudential Indonesia

Wakaf secara Bahasa dapat diartikan dengan “berhenti, menghentikan dan dapat pula berarti menahan”. Pengertian ini dihubungkan dengan harta kekayaan yang dimiliki seseorang, yang kemudian diserahkan kepada kepemilikan publik atau orang banyak.  Jadi dapat didefinisikan bahwa wakaf adalah penyerahan harta kekayaan kepada pemilik awal untuk diserahkan kepada orang banyak agar dapat mendapatkan manfaat semata-mata demi mendapatkan ridho dari Allah SWT.

H. Ahmad Nuryadi Asmawi, LLB, MA selaku Anggota Dewan Pengawas Syariah Prudential Indonesia (Foto oleh alfulaila.com)

Penjelasan tentang Wakaf ini dibawakan oleh H. Ahmad Nuryadi Asmawi, LLB, MA selaku Anggota Dewan Pengawas Syariah Prudential Indonesia. Menurut Pak Ahmad Nuryadi, wakaf umumnya digunakan untuk membangun fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit. Selama fasilitas tersebut dimanfaatkan, pahala wakaf tidak akan terputus. Seiring berjalannya waktu, wakaf saat ini juga dapat berupa uang (cash waqf), seperti melalui manfaat asuransi dan manfaat investasi dari polis asuransi jiwa syariah.

Terdapat  3 pilihan yang ditawarkan oleh program Wakaf dari PRUSyariah :

  1. Wakaf Santunan Asuransi Syariah, yang mewakafkan (hingga 45 % atau hingga 95%)
  2. Wakaf NIlai Tunai, mewakafkan masimal 1/3 dari Jumlah Nilai Tunai
  3. Wakaf Santunan Asuransi Syariah dan Nilai Tunai, yang mewakafkan hingga 45 % atau 95 % dan Nilai Tunai (maksimal 1/3)

Ketentuan mengenai pilihan yang ditawarkan dapat lebih dijelaskan saat ingin menjalankan Program Wakaf dari PRUSyariah.

Wakaf harus dilengkapi dengan rukun dan syarat wakaf, yaitu :

Rukun bagi Wakif (orang yang mewakafkan) adalah memiliki syarat merdeka, berakal sehat/ sempurna, baligh, tidak berada di bawah pengampunan.

Rukun untuk maukuf (barang / harta yang diwakafkan) adalah memiliki syarat sebagai berikut :

  • Benda harus mempunyai nilai/berguna
  • Benda tetap atau benda bergerak yang bisa untuk diwakafkan
  • Benda harus diketahui ketika akad
  • Benda menjadi milik sempurna wakif

Namun, dengan adanya Program Wakaf dari PRUSyariah Prudential Indonesia memudahkan nasabah untuk memilih dengan cara cerdas. Tiga Lembaga Wakaf yang mengelolanya juga terpercaya, yaitu Dompet Dhuafa, Yayasan inisiatif Wakaf (iWakaf) dan Lembaga wakaf-Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI).

  1. Dompet Dhuafa

Yayasan Dompet Dhuafa digagas pada 2 Juli 1993, dan aktif berkontribusi dalam pembanguna infrastruktur dan mengelola rumah ibadah. layanan kesehatan, layanan pendidikan dan usaha produktif. Hingga januari 2018, Dompet Dhuafa telah mengelola 7 Rumah Sakit dan usaha kesehatan penunjang lainnya. Selain itu Dompet Dhuafa juga mengelola aset wakaf di bidang pendidikan dan bidang ekonomi di Indonesia.

2.Yayasan Inisiatif Wakaf (iWakaf)

Didirikan oleh Lembaga Kemanusiaan Yayasan Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) pada Juni 2016. iWakaf mempunyai program Wakaf dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan juga usaha produktif.

3. Lembaga Wakaf – Majelis Ulama Indonesia (LW-MUi)

LW-MUI didirikan pada bulan Mei 2018 dengan nama awal Badan Wakaf MUI dan diawasi oleh jajaran pengurus MUI pusat. Program utama dari LW-MUI saat ini adalah pembangunan menara MUI yang akan dipakai untuk kegiatan MUI dan juga disewakan secara komersil. Secara paralel, LW_MUI juga akan memulai wakaf produktif di bidang transportasi dan perkebunan.

Menurut badan Wakaf Indonesia (BWI), tanah seluas 2700 kilometer persegi  di lebih dari 366 ribu lokasi telah masyrakat wakafkan. Sedangkan potensi wakaf tunai diperkirakan mencapai 180 triliun per tahun. Program Wakaf dari PRUSyariah ini akan turut menggali potensi wakaf di Indonesia yang demikian besar. Manfaat dan keutamaan wakaf juga harus selalu disosialisasikan agar masyarakat bisa menyalurkan jiwa kedermawanannya lebih tepat sasaran dan tepat guna.

Rasanya tidak salah jika menjatuhkan pilihan pada Prudential Wakaf dari PRUSyariah ini, mengingat segala aturan mengenai Program Wakaf ini sudah terpenuhi dengan baik. Jalanin bareng aja programnya, dengan mengambil Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah dari PRUSyariah Prudential Indonesia.

(Foto dari ayiprima.com)

6 KOMENTAR

  1. Saya ndak sangka lho kalau orang-orang Indonesia itu masuk dalam kategori yang paling dermawan di dunia. Tapi memang sih ya kelihatan kalau ada bencana, banyak yang langsung turun membantu. Saya juga kenal banyak relawan hebat. Bagus sekali ini programnya Prudential, membantu orang beribadah melalui wakaf.

Tinggalkan Balasan ke Alfu Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here