Mungkin bagi sebagian orang masih belum terlalu awam dengan istilah anyanganyangan. Tapi bagi saya, penyakit ini sudah cukup familiar karena pernah saya alami sewaktu mengandung anak pertama saya, Nadia. Kondisi kehamilan yang alhamdulillah tanpa kendala, harus dibarengi dengan masalah anyang-anyangan setelah melahirkan.

Kehamilan pertama saya waktu itu layaknya perempuan hamil pada umumnya. Nyeri punggung, mual, muntah dan permasalahan lainnya bisa saya hadapi dengan aman. Karena sering membaca majalah dan buku-buku parenting, saya pun sedikit banyak “memahami” dengan kondisi-kondisi pada ibu hamil.

Tapi untuk gangguan yang satu ini, kok rasa-rasanya begitu menyiksa yah. Nyeri saat berkemih, disertai rasa tidak tuntas saat buang air kecil, betul-betul mengganggu hari-hari saya saat itu. Akibatnya saya bisa menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi dan membuat banyak pekerjaan lain tidak bisa terselesaikan. Apalagi saat itu saya baru belajar menjadi seorang ibu, jadilah semua kesibukan bertambah menjadi dua kali lipat. Kalau lagi sehat sih oke-oke saja, tapi kalau disertai dengan nyeri seperti ini rasanya pekerjaan apapun jadi tidak nyaman dilakukan.

Baca juga : Gatal-gatal pada anak

ANYANG-ANYANGAN DAN GEJALANYA

Ternyata gangguan saat berkemih atau buang air kecil yang saya alami ini dinamakan anyang-anyangan. Kebanyakan lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria, karena saluran uretra wanita yang lebih pendek memudahkan masuknya bakteri atau kuman penyebab anyang-anyangan. Anyang-anyangan merupakan gejala awal pada Infeksi saluran kemih, meskipun tidak semua anyang-anyangan merupakan tanda adanya infeksi. Untuk memastikan anyang-anyangan yang dialami merupakan gejala awal infeksi, maka diperlukan adanya pemeriksaan urin pada laboratorium.

Anyang-anyangan sebagian besar disebabkan oleh bakteri E-Coli, meskipun tidak menutup kemungkinan disebabkan oleh virus atau jenis mikroba lainnya. Bakteri E-Coli dapat tumbuh pada saluran kemih disebabkan beberapa faktor, yaitu :

  • Sering menahan buang air kecil

Menahan buang air kecil untuk alasan apapun sangatlah tidak baik jika terlalu sering dilakukan. Buang air kecil diperlukan tubuh untuk menghilangkan semua sisa dan residu yang tidak lagi dibutuhkan tubuh. Jika terlalu sering menahan buang air kecil, maka kuman yang ada dalam urin lebih lama berada dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan kuman menyebar ke ginjal dan menyebabkan kondisi yang lebih serius lagi.

  • Penggunaan toilet yang kotor

Penggunaan toilet yang kotor menyebabkan penyebaran kuman ke saluran kemih. Kuman yang masuk inilah yang bisa menyebabkan kondisi serius seperti anyang-anyangan. Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan toilet di rumah. Jika menggunakan toilet umum, biasakan untuk membilas dengan air bersih terlebih dulu sebelum digunakan.

  • Penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat dan tidak bersih

Pakaian dalam yang terlalu ketat bisa menambah resiko infeksi jamur. Ini terjadi karena pakaian dalam yang terlalu ketat, membuat area organ vital menjadi “kurang bernapas”, lebih panas, dan menjadi lebih lembab. Kondisi inilah yang menjadi favorit untuk jamur berkembang dan akhirnya menimbulkan infeksi. Begitu pula halnya jika pakaian dalam yang kita gunakan tidak bersih.

  • Cara membasuh alat kelamin setelah berkemih yang tidak tepat

Bagi wanita, cara membasuh yang benar adalah dari arah depan ke belakang agar kuman yang ada di belakang tidak terbawa ke arah depan. Jangan lupa untuk mengeringkan sebelum kembali menggunakan pakaian dalam. Sedangkan bagi pria, yaitu dengan membasuh alat kelamin dari bagian pangkal ke ujung dengan menggunakan air bersih.

Jika saluran kemih terinfeksi bakteri, maka bakteri E-Coli akan menempel pada saluran kemih dan membuat proses pengeluaran urin menjadi terganggu. Gangguan pengeluaran urin inilah yang dinamakan anyang-anyangan. Anyang-anyangan tidak selalu memperlihatkan gejala yang spesifik. Namun gejala-gejala awalnya bisa disimpulkan sebagai berikut :

  • Ingin buang air kecil terus menerus
  • Sering buang air kecil tapi dengan volume yang sedikit
  • Pada wanita, disertai dengan nyeri pada panggul, dan jika terjadi pada pria maka disertai dengan rasa nyeri pada anus
  • Sakit saat buang air kecil

Gangguan saat berkemih tidak boleh diabaikan karena bisa saja merupakan gejala adanya infeksi saluran kemih.

Baca juga : Radang tenggorokan selalu datang berulang

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Anyang-anyangan merupakan gejala awal adanya infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih adalah kondisi dimana terjadinya infeksi pada ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Berdasarkan gejalanya, infeksi bisa dibagi menjadi 2 yaitu infeksi saluran kemih bagian bawah dan bagian atas. Infeksi saluran kemih bagian bawah ditandai dengan:

  • Rasa selalu ingin buang air kecil
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Warna urin yang keruh dan sangat menyengat

Sedangkan pada infeksi saluran kemih bagian atas ditandai dengan

  • Nyeri pada bagian selangkangan
  • Demam yang disertai dengan mual dan muntah
  • Rasa nyeri pada bagian pinggang dan punggung

Infeksi yang sudah terjadi pada tingkat ini merupakan kondisi yang serius dan membutuhkan penangangan yang lebih lanjut.

MENGATASI ANYANG-ANYANGAN
Anyang-anyangan. Sumber gambar uricran.co.id

Anyang-anyangan jika cepat diatasi pastilah bisa mendapatkan penyembuhan yang sempurna. Cara sederhananya bisa dilakukan seperti :

  1. Minum air putih 8 gelas sekitar 2,5 liter sehari
  2. Hindari kebiasaan menahan buang air kecil
  3. Jaga kebersihan organ intim dengan selalu mengganti pakaian dalam paling tidak 3 kali sehari
  4. Pastikan untuk menggunakan toilet yang bersih
  5. Selalu bersihkan organ intim dengan cara yang benar

Jika terasa begitu mengganggu dan sudah membutuhkan penangan yang lebih tepat, dokter biasanya meresepkan antibiotik. Tapi jika ada solusi alami yang bisa mengatasi anyang-anyangan, mengapa tidak memilih cara alami saja.

URI-CRAN dengan ekstrak cranberry, solusi alami untuk anyang-anyangan

Sewaktu melihat komposisi dari Uri-Cran saya sangat tertarik untuk mencoba mengonsumsinya. Dengan ekstrak cranberry, Uri-cran diyakini mampu mengatasi anyang-anyangan. Cranberry adalah tanaman jenis berry yang mempunyai kadar vitamin C cukup tinggi. Buah cranberry sangat popular digunakan sebagai sumber vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah sariawan dan sebagai antioksidan.

Jus cranberry diketahui efektif untuk mencegah infeksi saluran kemih. Hal ini karena memiliki antioksidan Proantocyanidin bisa mencegah pertumbuhan bakteri penyebab infeksi ini. Selain itu antioksidannya juga dikenal memiliki sifat anti-adhesi, sehingga membuat bakteri tidak akan menempel pada saluran kemih dan mencegah bakteri menularkan infeksi.

Prive Uri-Cran tersedia dalam 2 kemasan yaitu

  1. Kemasan kapsul

Komposisi : 250 mg ekstrak Cranberry. Dosis 1-2 kapsul setiap hari

  1. Kemasan powder sachet

Komposisi : 375 mg ekstrak Cranberry, 60 mg Vitamin C, 0,1 mg Lactobacillus Achidophillus, 0,1 mg Bifidobacterium bifidum. Dosis 1-2 sachet setiap hari

Saya lebih suka dengan kemasan powder sachet, karena komposisinya lebih lengkap. Walaupun kemasan kapsul juga baik, karena lebih simple penggunaannya. Untuk kemasan powder sachet, cukup larutkan dengan 150 ml air, lalu siap diminum. Rasanya segar seperti minum jus cranberry. Anyang-anyangan jauh dan teratasi dengan cara alami.

Info lebih lengkap tentang produk ini kunjungi http://www.uricran.co.id/

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here