Saya terkesima menyimak penjelasan dari dr. Rachmat Latief siang itu, yang teringat jelas saat beliau berkata “Saat sakit, kamu tidak ditanya berapa uang yang kamu bawa tetapi asuransi apa yang ada di dompetmu?” Betul juga yah, dari pengalaman setiap ke rumah sakit atau klinik kesehatan pertanyaan yang seringkali ditanyakan selalu sama “Pasien umum atau dengan asuransi apa, Bu?”

 

Penyakit makin beragam dan kompleks di zaman now

Memasuki tahun 2020, media-media di seluruh dunia gencar memberitakan tentang virus baru yang sedang berkembang saat ini. Apalagi konon kabarnya virus baru ini  belum ada vaksin yang tepat untuk pencegahan penyakit tersebut. Virus baru ini ditemukan di Wuhan, Cina, dan sudah mencapai hingga ratusan orang korban. Gejala awalnya mirip dengan gejala infeksi saluran napas pada umumnya, namun yang paling spesifik adalah gejalanya yang disertai dengan demam tinggi dan sesak napas. Selain itu dibutuhkan pemeriksaan menyeluruh untuk bisa mendiagnosis dengan jelas jika seseorang terkena virus Corona.

DR. dr. Rachmat Latief menjelaskan tentang permasalahan kesehatan di Indonesia yang makin beragam. Foto dari ayiprima.com

Permasalahan kesehatan di zaman now memang makin kompleks dengan jenis penyakit yang makin beragam. DR. dr. H. Rachmat Latief, M.Kes., MHA, Sp.PD, KPTI, FINASIM dari RS Awal Bros Makassar mengatakan derajat kesehatan masyarakat saat ini sudah makin menurun. Zaman dulu penyakit yang sering ditemukan hanya penyakit seperti diare, sesak napas, flu, TBC, malaria atau demam berdarah. Tetapi sekarang ini, penyakit sudah semakin kompleks dan makin mematikan. Penyakit seperti stroke dan jantung semakin sering ditemukan di rumah sakit dan diderita oleh pasien dengan usia yang relatif muda. Berbeda dengan zaman dulu yang hanya diderita oleh orang tua, penyakit ini kini sudah tidak memandang usia dan bisa menyerang manusia di usia produktif.

Secara global, World Health Organization (WHO) mengkategorikan permasalahan kesehatan saat ini sudah mencapai hingga 68.000 jenis penyakit. Indonesia pun tidak lepas dari bahaya kesehatan tersebut bahkan para ahli memperkirakan lima penyakit baru dapat muncul pada manusia tiap tahun, dan tiga diantaranya bersumber dari binatang.

Seperti misalnya di Sulawesi Selatan pada tahun lalu, gempar dengan kasus kejadian luar biasa di Jeneponto berupa demam serentak yang memakan korban hingga 70 orang, bahkan 7 diantaranya sampai meninggal dunia. Setelah investigasi dilakukan, penyakit ini diidentifikasi sebagai demam tifoid dan leptospirosis yang diakibatkan oleh sanitasi buruk.

Dr. Rachmat Latief kemudian menambahkan penyakit kritis dapat menyerang siapa saja dan tidak memandang usia, tempat atau jenis kelamin, semua dapat terimbas dampaknya. Beberapa faktor yang paling mempengaruhi adalah lifestyle, globalisasi hingga perubahan iklim. Masyarakat harus mengantisipasi akan bahaya penyakit kritis ini dengan mengubah gaya hidup mereka dan peduli akan kesehatan.

 

Produk Inovatif PRUTop dan PRUTop Syariah dari Prudential Indonesia

Launching produk bari Prudential Indonesia, PRUTop dan PRUTop Syariah

Menanggapi tantangan dunia kesehatan yang makin kompleks, Prudential Indonesia meluncurkan produk inovatif terbaru yaitu PRUTotal Critical Protection (PRUTop) dan PRUTotal Critical Protection Syariah (PRUTop Syariah). Ini adalah solusi dari rangkaian produk pelengkap asuransi tambahan inovatif pertama di industri asuransi kesehatan dengan tujuan dapat melindungi masyarakat Indonesia secara total tanpa ada batasan jumlah maupun jenis penyakit kritis.

Presiden Director Prudential Indonesia, Jens Reisch menjelaskan bahwa Prudential Indonesia telah hadir selama hampir 25 tahun, dan berkomitmen untuk menjadikan masyarakat Indonesia hidup lebih sehat dan lebih lama melalui beragam solusi perlindungan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang. Dengan adanya PRUTop dan PRUTop Syariah ini diharapkan bisa memberi solusi asuransi agar masyarakat Indonesia bisa terlindungi secara total.

Jens Reisch, Presiden Director Prudential Indonesia. Foto dari ayiprima.com

PRUTop dan PRUTop Syariah ini tersedia bagi para nasabah Prudential Indonesia yang telah memiliki asuransi dasar PRULink Generasi baru dan PRULInk Syariah Generasi baru. Tagline “Hidup tenang dengan perlindungan total” dari PRUTop dan PRUTOp Syariah ini mempunyai keunggulan sebagai berikut :

  • Perlindungan atas kondisi kritis yang lebih luas, tidak lagi terbatas pada jumlah penyakit kritis yang dilindungi
  • Mendapat uang pertanggungan maksimal hingga 5 Milyar
  • PRUTop dan PRUTop Syariah yang dibeli bersamaan dengan PRUEarly Stage Crisis Cover Plus (konvensional dan syariah) merupakan perlindungan kondisi kritis yang komplit
  • Tidak ada ketentuan masa bertahan hidup (survival period)
  • Perlindungan atas penyakit kritis yang belum ditemukan (future proof)

Menambahkan penjelasan dari Presiden Director Prudential, hadir pula saat itu Sheila Widya Nanda selaku Senior Manager Product Development Prudential Indonesia. Menurutnya, saat ini asuransi kondisi kritis yang ada hanya terbatas pada diagnosis jenis penyakit. Namun pada PRUTop dan PRUTop Syariah menawarkan konsep baru perlindungan kondisi kritis yang berfokus pada perawatan, tindakan atau ketidakmampuan permanen yang terjadi akibat kondisi kritis. Hal inilah yang merupakan keunggulan dari produk baru ini dan mampu melindungi kesehatan dan finansial masyrakat Indonesia secara menyeluruh sehingga bisa memastikan masyarakat bisa hidup lebih tenang.

Sebagaimana yang kita ketahui saat menderita sakit, seringkali kita dihadapkan pada kondisi yang mengikutinya, seperti aspek psikologis, sosial hingga finansial keluarga yang ikut terganggu. Dengan adanya produk terbaru dari Prudential ini, beban-beban seperti biaya rumah sakit dan biaya hidup bagi keluarga bisa dicover. Lengkap yah keunggulan dari produk ini, semoga bisa bermanfaat buat kita semua.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here