“Ma, nanti ada rakerku di Malino, mauki ikut?”, kata suamiku sepulang dari kantor

“Mauuuuu pa”

Lansung saja kujawab begitu tanpa berpikir panjang lebar hehehheee….

Malino, kota sejuk dengan pemandangan hutan pinus

Malino, kota kecil di Provinsi Sulawesi Selatan yang letaknya sekitar 90 km dari pusat kota Makassar. Sering sekali saya melihat orang-orang berpiknik kesini, membawa rombongan keluarga atau bersama teman kantor. Tidak heranlah kalau saya juga tertarik ingin datang kesini. Sebenarnya dulu sudah sering kesini, tapi itu dulu, duluuuu sekali. Waktu usiaku masih kanak-kanak, saya ingat betul kami sekeluarga jalan-jalan ke Malino. Tapi memori itu kurang teringat jelas karena usiaku yang masih terlalu kecil saat itu.

Pemandangan sekitar Malino, banyak struktur tanah yang bertingkat-tingkat

Tapi tidak dengan anak-anakku sekarang, saya yakin mereka bisa mengingat dengan jelas saat besar nanti. Jalan-jalan ke Malino bersama rombongan kantor suami yang jumlahnya sekitar 20an orang. Kata suamiku ke Malino memang enaknya kalo rame-rame, yahhh betul saja memang kesini lebih asik dengan rombongan seperti kami saat ini.

Naik bus pariwisata bersama rombongan

Naik bus pariwisata, kami berangkat dari kantor suami di jl. A. P. Pettarani. Untuk sampai ketempat tujuan saat ini terbilang lebih mudah dibandingkan dulu karena akses yang bisa ditempuh menjadi lebih singkat melewati jalan Hertasning hingga masuk ke Samata. Kalau dulu sih akses ke Malino bisa lebih terasa jauh, tapi kepergian kami ini hanya memakan waktu 2,5 jam. Itupun karena kami naik bis yang jalannya tidak bisa secepat mobil biasa atau motor.

Sepanjang perjalanan yang jalannya cukup berkelok-kelok, anak-anak mulai mengeluh bosan dan sedikit mual, maklumlah perjalanan jauh bukan favorit mereka. Saya cuma sesekali mengalihkan perhatian mereka dengan makan snack selama perjalanan atau menikmati pemandangan sepanjangan perjalanan.

Pemandangan sekitar menuju ke Malino

Pemandangan sepanjang perjalanan yang didominasi gunung-gunung dan hutan pinus langsung mengubah suasana hati saya saat itu. Kabut dan udara dingin mulai terasa sewaktu mulai memasuki daerah Malino. Inilah yang menjadi daya tarik dari kota ini, udaranya dan pemandangannya yang begitu asri. Bagaimana mungkin kita bisa mendapat pemandangan seperti ini di kota besar yang sudah begitu banyak bangunan dan gedung-gedung tinggi.

Suasana rumah di sekitar villa tempat kami menginap, banyak hutan pinus di sekitar rumah warga

Tibalah kami di Malino, sejuuukk dan dinggiiinnn. Tekstur tanahnya yang seperti bertingkat-tingkat membuat rumah-rumah yang ada disini juga seperti bertingkat-tingkat. Bukan rumah, villa lebih tepatnya, banyak villa dan penginapan yang disediakan di tempat ini. Saya sempat berbincang-bincang dengan penduduk di sekitar sini, katanya dulu rumah belum begitu banyak di Malino. Yang ada hanya gunung-gunung dan hutan-hutan pinus. Tetapi karena banyaknya orang yang sering berkunjung membuat penduduk sekitar mulai membuat rumah dan penginapan. Yah, semoga saja mereka tetap memperhatikan keasrian tempat ini. Sedih rasanya kalau melihat daerah yang kurang terjaga lagi keasriannya karena tidak dilestarikan penduduk setempat.

Villa tempat kami menginap

Masuk ke dalam villa yang terbagi menjadi banyak kamar, kami mendapat satu kamar untuk sekeluarga. Anak-anak langsung berbaring karena sedikit lelah, tapi kasur, lantai, dan udara dalam kamar begitu dingin serasa memakai ac di kamar. Belum lagi cuaca di luar yang sedikit mendung seperti akan hujan, bertambahlah dingin udara siang itu.

Setelah berganti pakaian dan bersih-bersih, saya dan anak-anak berjalan-jalan di sekitar villa. Banyak bunga-bunga cantik disini dan buah pinus yang berjatuhan di tanah. Udara kembali diselimuti kabut, dan di dekat villa ada hutan pinus yang membuat pemandangan sekitar kami menjadi sangat cantik. Sayangnya setelah beberapa saat gerimis mulai turun, kamipun masuk dan kembali ke dalam villa.

Tebalnya kabut menjelang maghrib, suasananya jadi makin syahduuu
Buah pinus berjatuhan di sekitar villa, rasa-rasa mau kubawa pulang 😂

Jalan-jalan kami ke Malino kali ini memang dalam rangka urusan kantor suami. Jadi selama di sana suami lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman kantornya. Saat suami rapat, saya dan anak-anak di kamar saja atau sesekali duduk-duduk di bale-bale. Tapi lagi-lagi udara dinginnya membuat kita tidak tahan, terang saja karena udaranya begitu bertolak belakang dengan Makassar yang betul-betul panas.

Asiknya udara di sekitar villa, cocok sekali buat yang mau suasana tenang dan adem

Selama disini, kami disuguhi dengan makanan rumahan yang sederhana tapi betul-betul nikmat. Menunya biasa saja sebenarnya, ada ikan goreng, sayur tumis paku, sambal petai balado, ada apalagi yah banyak pokoknya dan beda-beda tiap menu antara makan pagi, siang dan malamnya. Suasana makan bersama yang hangat dan kekeluargaan begitu terasa dan menyenangkan. Sampai sekarangpun masih terasa nikmat kalau saya ingat-ingat lagi 🙂

Salah satu menu makanan, ini menu pas sarapan ada nasi goreng, ikan dan telur dadar. Plus gorengan dan teh tawar angeeett

Hari kedua suami mengikuti kegiatan outbound di Hutan Wisata Malino. Suasana disana begitu ramai dengan rombongan pengunjung lain yang juga datang. Kegiatan outbound diadakan berkelompok antara suami dan teman-temannya, seru dan betul-betul menghibur. Apalagi kekompakan tim sangat dibutuhkan untuk bisa mengikuti permainan. Alhamdulillah setelah selesai suami dan timnya dapat juara 2, senangnyaaa….

Hutan wisata pinus Malino. Tempatnya ramai dikunjungi orang-orang karena banyak wahana dan spot foto

Kegiatan outbound suami dan teman-teman. Seruuuu dan lucuuu bikin ketawa-ketawa teruss

Sayangnya setelah semua kegiatan selesai, kami pun bersiap-siap pulang ke Makassar. Walaupun sumpek, panas dan padat, anak-anak tetap senang saat akan pulang ke Makassar. Rumah sendiri memang selalu lebih menyenangkan dibanding tempat manapun hehehe…

Sampai jumpa lagi Malino, nanti saya akan kesini lagi…

Malino dikenal dengan udaranya yang sejuk cocok skali untuk tumbuhnya bunga-bunga cantik kayak ini
Belum lengkap rasanya kalau tidak beli bunga-bunga cantik saat kesini. Murah dan dapat diskon banyak dari penjualnya

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here