Ibu, kembaliannya Rp. 200, mau diambil atau didonasikan? “kata kasir Alfamart tempat saya belanja sore itu.

Karena kesal sering ditanya seperti itu, apalagi pernah mendengar selentingan berita tentang penyaluran donasi yang tidak tepat, saya pun menjawab : “Mau diambil saja, mba”.

Berita tentang penyaluran donasi atau sumbangan sudah sering kita dengarkan. Kadang dikatakan tentang adanya penyaluran donasi yang tidak pada tempatnya, atau barangkali kita juga sering mendengar kalau donasi sekian rupiah yang kita sumbangkan masuk ke saldo pribadi kasir.

Kedatangan saya pagi itu, seperti menepis berita yang selama ini beredar. Uang kembalian konsumen sebesar Rp. 100 – 400 dikumpulkan menjadi sebuah aksi sosial yang sangat mulia. Hasil dari donasi tersebut disalurkan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Sebuah lembaga yang menampung anak-anak penderita kanker  di Indonesia. Ibu Nurul, selaku pengurus YKAKI mengatakan bahwa mereka sangat terbantu dengan donasi yang diberikan oleh konsumen Alfamart. Berkat donasi ini dirikan “Rumah singgah Alfamart Alfamidi”, dengan fasilitas yang lengkap untuk para anak-anak penderita kanker.

Di lahan seluas kurang lebih 200 meter, berdiri sebuah rumah singgah dengan fasilitas 4 kamar dengan 12 buah tempat tidur, sekolah, taman bermain, dan lahan kosong di bagian belakang rumah untuk aktivitas sehari-hari bersama pengurus dan para anak-anak penghuni rumah singgah.

“Kami setiap pagi mengisi kegiatan dengan menyiapkan bahan-bahan untuk memasak bersama anak-anak, setelah itu masuk ke ruangan tempat belajar dibantu guru-guru pendidik. Guru kami berjumlah 4 orang dari lulusan Ilmu Pendidikan, namun terkadang ada juga dari kalangan relawan yang ikut menjadi pendidik di tempat kami”, tambah ibu Nurul.

“Kegiatan keagamaan juga sering kami adakan, seperti baca Yasin setiap malam Jumat, atau berolahraga senam tiap hari Sabtu atau Minggu”, terangnya lagi.

Saya pun kemudian menatap seluruh ruang kecil itu, berkeliling melihat lokasi sepanjang rumah singgah. Kamarnya terlihat bersih, dengan tempat tidur yang tertata rapi. Ruangan tempat belajar mereka, yang biasa mereka sebut dengan Sekolahku, juga terlihat lumayan lengkap, dengan beberapa mainan untuk anak dan buku-buku penunjang pelajaran. Mungkin akan lebih baik jika dilengkapi dengan sarana pendidikan lain seperti komputer, gumamku dalam hati.

Anak-anak penderita kanker yang dirawat menetap di tempat itu berjumlah sekitar 15 orang, sedangkan seluruh penderita yang pernah mereka terima sudah berjumlah sekitar 95 orang. Penderita yang sebagian besar berasal dari luar kota Makassar ini, biasanya mampir sebelum giliran pengobatannya tiba.

“Anak-anak biasanya singgah di tempat ini sebelum giliran kemoterapinya, karena ada jadwal tertentu untuk kemoterapi”, kata ibu Maryam, koordinator Rumah Singgah. Dia juga berbagi cerita tentang beberapa anak-anak yang pernah dirawat di tempat ini. “Sebagian ada yang bisa sehat kembali, tetapi sebagian ada yang masih terus menjalani perawatan”, tambahnya lagi.

Menurutnya juga mereka sangat terbantu dengan Donasiku dari Alfamart, karena dengan donasi ini mereka bisa membantu perawatan anak-anak penderita kanker. Peserta pertama yang pernah menetap selama 2 tahun di tempat ini bernama Maulida, divonis menderita kanker rahim, namun saat ini sudah dinyatakan sembuh. Sementara beberapa penderita lainnya ada juga yang telah meninggal. Masya Allah, sedih sekali saya mendengarnya…

Ibu Nurul dari pengurus YKAKI juga menerangkan dalam merawat penderita kanker, betul-betul harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak di tempat itu. Harus dipastikan makanan non msg, bebas pengawet, dan betul-betul segar. Apalagi mereka juga harus banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan segar. Sehingga dari donasi yang mereka terima, bisa betul-betul digunakan untuk kebutuhan hidup anak-anak di Rumah Singgah.

Saya yang saat itu melihat langsung anak-anak di Rumah Singgah sangat merasa bangga dengan apa yang telah dilakukan Alfamart selama ini. Dibantu kerja sama dengan YKAKI, Rumah Singgah ini bisa berdiri hingga saat ini dan merawat lebih banyak anak-anak penderita kanker. Kita doakan saja kesembuhan yang menyeluruh untuk seluruh anak-anak ini.

Baca juga yah cerita Alfu teman saya, tentang Donasiku Alfamart ☺

4 KOMENTAR

  1. MasyaAllahh …
    alhamdulillahh donasinya mengalir ke tempat yang tepat ya
    saya juga sering kayak ka Mutia, kesal kalo ditanya mau ambil atau donasi? takutnya bgitu, untung sendiri dan tidak di donasikan
    ternyata lewat postingan ini akhirnya jadi tau.
    semoga semuanya bisa terbantu.

  2. 100 200 rupiah dari konsumen alfamart ternyata berarti banyak yaa. Semoga makin banyak yg berdonasi, biar rumah singgah ini tetap berjalan dan membantu banyak pasien kanker anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here