Siapa yang tidak butuh liburan? Rasanya semua orang pasti butuh yah, apalagi macam kita emak-emak yang ribet dengan urusan rumah tangga sehari-hari. Yang namanya liburan tuh mungkin bisa jadi  semacam oase di tengah padang pasir yah *tsaaaaahhhh.

Saya pun begitu, dengan berlibur bisa membuat sedikit merefresh jiwa dan raga. Singkat saja liburannya, tidak cukup seharian bahkan. Jalan-jalan sambil mengeksplor tempat wisata dalam kota sendiri rasanya sudah lumayan lah. Tapi pengennya sih di lain waktu bisa jalan-jalan juga ke kota yang lainnya. Indonesia kan terkenal dengan keindahannya yah teman-teman?

Sama seperti keindahan kota Yogyakarta yang sudah dituliskan mba Alida di www.lidbahaweres.com di web KEB dengan judul  Tempat wisata anak di Yogyakarta

Rame-rame naik bis

Saya yang warga asli kota Makassar sempat meluangkan waktu bersama teman-teman saat itu. Liburan rame-rame sambil naik bis, ala-ala liburan anak TK atau SD yang lagi outbound bareng, hehehehe…. Tapi kalo anak TK pada nyanyi-nyanyi di jalan, kalo kita yahhhh gitu deh foto-foto sambil ketawa-ketiwi.

Jalan-jalan kali ini memang terbilang sangat singkat. Kamu yang baru mendarat di Makassar pun bisa langsung kesini loh. Karena jarak dari bandara Sultan Hasanuddin dan tempat ini cuma sekitar 45-60 menit, dengan jarak tempuh sekitar 35 km.

Mau kemana kita? Kita akan mengunjungi tempat wisata Rammang-rammang di desa Salenrang Maros dan Leang-leang di Kecamatan Bantimurung, Maros. Yuuukk kita menjelajah ?.

1. Rammang-rammang

Rammang-rammang adalah sebuah tempat di gugusan pegunungan karst (kapur) di Maros. Dalam bahasa Makassar Rammang-rammang berarti awan atau kabut, ini karena awan atau kabut yang sering turun utamanya di pagi hari atau saat hujan turun. Sayangnya saat itu kami tiba di siang hari, jadi tidak bisa melihat cantiknya awan dan kabut yang muncul.

Saat tiba disana kami lalu menyusuri Sungai Pute dengan menaiki perahu kayu. Sungai Pute ini sangat indah karena dengan menyusuri sungai, kita bisa melihat indahnya pegunungan karst yang menjulang tinggi. Bukan hanya itu pemandangan di sekitar sungai juga sangat cantik karena dikelilingi dengan pohon bakau dan nipah.

Puncaknya saat menyusuri sungai, kami melewati karst yang menutupi sungai. Jadi seperti sedang memasuki goa sambil menyusuri sungai. Terlihat hamparan tanaman hijau yang indah disekeliling karst. Indah nian teman-teman…

Serasa masuk gua sambil menyusuri sungai

Sekitar 30 menit menyusuri sungai kami tiba di dermaga. Ada beberapa pemukiman warga disini. Ada juga tempat istirahat dan tempat untuk makan minum. Ramainya pengunjung yang hadir membuat tempat ini terlihat begitu padat. Ada yang sekedar duduk-duduk melepas lelah, minum kopi, atau ada juga yang makan mi instan rebus.

Pemandangan saat akan tiba di dermaga

Pemandangan di sekitar masih dikelilingi dengan pegunungan kapur (karst). Menurut penduduk sekitar, desa ini dikelilingi sekitar 4500 hektar gunung kapur. Woowww luas sekali yah…

Hamparan gunung karst

Setelah melepas lelah, kami jalan lagi menyusuri hamparan sawah. Saya tidak tau mau kemana, tapi kata teman-teman mau mencari pemandangan yang lebih indah dari atas bukit. Ehhh benar saja ternyata dari atas bukit pemandangan yang lebih indah bisa kita temui. Ada beberapa rumah penduduk dari atas sini, tapi hanya sekitar 3 atau 4 rumah. Saya sempat mencicipi segarnya es kelapa muda dan teman-teman yang lain mencoba mi instan rebus yang terasa lebih nikmat saat dicicipi di tempat ini, hehehehe… Mungkin karena terbawa suasana keindahan tempat ini yah ?

Menikmati es kelapa dari rumah warga di atas bukit

Baca juga : Mencari pantai di sudut kota Makassar

Beberapa jam menikmati keindahan tempat ini, kami kemudian melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. Leang-leang namanya.

2. Leang-leang

Dari Rammang-rammang, kami kembali menaiki bis untuk melanjutkan perjalanan ke tempat wisata selanjutnya. Kita ke Leang-leang yah, kata teman saya waktu itu. Di perjalanan, seorang teman menjelaskan sedikit informasi tentang tempat ini. Leang-leang merupakan situs peninggalan prasejarah yang terletak di kecamatan Bantimurung, Maros.

Dari Rammang-rammang kami menempuh sekitar 30 menit perjalanan untuk sampai ke Leang-leang. Menurut bahasa setempat, Leang-leang dapat diartikan sebagai gua. Tiba disana saya kembali terkagum dengan keindahan wisata alam di tempat ini. Banyak gugusan tebing batu yang bermacam-macam bentuknya dan tidak begitu tinggi. Hawa di sekitar tempat ini sangat sejuk, karena ada hamparan sungai dan taman di sana.

Melanjutkan perjalanan ke dalam, kami ditemani seorang pemandu yang membantu memberikan informasi tentang Leang-leang. Banyak tebing curam disini dan untuk masuk ke dalam kita harus menaiki puluhan anak tangga. Setibanya di atas terlihat stalaktit yang terus meneteskan air. Hujan yah? “tanyaku waktu itu. Ternyata memang stalaktit itu selalu meneteskan air, membuat udara di tempat itu jadi selalu sejuk dan segar.

Menaiki puluhan anak tangga untuk masuk ke gua

Leang-leang terkenal sebagai situs prasejarah peninggalan zaman purbakala. Gua-gua yang terletak di Leang-leang menceritakan tentang kehidupan pada ribuan tahun sebelum masehi. Bahkan menurut pemandu wisata kami saat itu, berdasarkan penelitian para ahli purbakala, ada kemungkinan bahwa kehidupan di gua ini sudah ada sejak puluhan ribu tahun sebelum masehi. Ini ditandai dengan adanya lukisan telapak tangan manusia dan gambar babi rusa di dinding-dinding gua. Konon katanya, gambar ini merupakan ritual keagamaan dan monumen keberadaan mereka.

Leang-leang sangat indah karena udaranya yang sejuk, dikelilingi gugusan tebing batu di atas hamparan rumput yang hijau, sungai yang mengalir di sekitar tebing dan stalaktit yang terus meneteskan air di sekitar gua. Perfect combination untuk liburan singkat di Makassar. Kamu harus coba deh !!!

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here