Coba dihitung-hitung dalam sehari kita sudah menghasilkan berapa sampah plastik? Banyak atau banyak banget? Beberapa dari kita memang sangat sulit untuk bisa lepas dari kantong plastik, saya pun akui masih sangat sulit lepas dari kantong plastik. Entah itu untuk membuang sampah, digunakan sebagai bungkusan atau keperluan lainnya. Plastik sudah terlalu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan rasanya susah untuk lepas dan tidak menggunakan plastik.

Dalam kehidupan sehari-hari, rumah tangga adalah penghasil sampah plastik terbanyak. Tidak hanya digunakan untuk membungkus atau membuang sampah, sekarang semua jenis makanan dan minuman rata-rata sudah menggunakan plastik untuk menjadi wadahnya. Dan akhirnya kita lagi-lagi menyumbang sampah plastik yang kita wariskan untuk anak-anak kita kelak.

Polemik penanganan sampah di Indonesia

Beberapa Negara berkembang sebenarnya sudah sangat aware dengan masalah ini. Mereka mengetahui tentang bagaimana bahaya plastik untuk kehidupan kita kelak. Bahan dasar plastik adalah jenis sampah yang paling sulit terurai dan dibutuhkan hingga ribuan tahun untuk bisa menguraikan plastik. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencari solusi dari masalah ini?

Polemik Penanganan Sampah

Indonesia adalah Negara yang menghasilkan 9,8 miliar sampah plastik pertahunnya, ini dikarenakan tiap satu orang menggunakan lebih dari 700 lembar kantong plastik tiap tahunnya. Bahkan karena hal tersebut, Indonesia adalah Juara 2 penyumbang limbah plastik ke laut terbesar yaitu seberat 187,2 juta ton. Sungguh hal yang sangat tidak tidak membanggakan yah?

Masalah penanganan sampah di Indonesia sebenarnya sudah menjadi polemik sejak lama. Jika di Negara berkembang lainnya sudah sangat memperhatikan mengenai penanganan daur ulang sampah, di Indonesia penanganan daur ulang sampah plastik hanya sekitar 7 %. Dari 100 % jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya, 69 % berakhir di tempat pembuangan akhir, 7 % di daur ulang dan sisanya 24 % mencemari lingkungan. Lebih lanjut soal daur ulang plastik yang hanya 7 % tersebut, kantong plastik berpotensi menjadi sampah tidak daur ulang, salah satunya karena harga jual untuk limbahnya yang paling murah.

Seorang peneliti lingkungan dari Institut Teknologi Bandung mengatakan “Selama suatu sampah dipandang kurang bernilai, maka sampah itu tidak didaur ulang dan ditinggalkan begitu saja”.

Masalah sampah dalam kehidupan memang jadi bagian yang harus dicari solusinya. Solusinya sebenarnya berawal dari hal kecil dan dimulai dari diri kita sendiri. Kita harus sedikit demi sedikit mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Hal paling mendasar yang bisa kita lakukan dalam penanganan sampah adalah :
Reuse (gunakan kembali tas belanja yang masih bisa digunakan)
Recycle (pilah dan pilih dan daur ulang plastik bekas)
Reduce, Refuse (kurangi penggunaan kantong plastic, bahkan hentikan jika bisa)
Rethink (sebelum memakai kantong plastic, pikir kembali! Apakah kamu benar-benar butuh?

Ayo Diet kantong Plastik

Menanggapi polemik penanganan sampah di Indonesia, Alfamart sebagai salah satu perusahaan retail di Indonesia sangat concern terhadap hal ini. Alfamart menjadi perusahaan yang aktif mengajak masyarakat untuk peduli dengan keberlanjutan lingkungan hidup yang sehat. Dalam pertemuannya dengan media saat itu, dibuka oleh Pak Aan selaku perwakilan Management dari Alfamart, beliau mengatakan bahwa masalah sampah sudah menjadi hal yang harus diperhatikan. Dalam lingkungan Alfamart sendiri, mereka sudah membiasakan untuk membawa kotak makanan dan botol minuman sendiri dari rumah untuk menghindari penggunaan minuman dengan wadah plastik sekali pakai.

Mba Ulfa dari Alfamart menjelaskan bahaya sampah pada hewan di laut yang mati karena menelan sampah plastik

Alfamart menggalakkan program stop kantong kantong plastik untuk para konsumennya. Mekanismenya yaitu Alfamart mengenakan harga 200 Rupiah perkantong plastik agar mendorong konsumen mengurangi penggunaan kantong plastik. Sebagai solusi penggunaan kantong plastik, konsumen bisa menggunakan tas belanja alternatif yang bisa digunakan berkali-kali dengan desain yang menarik. Cara lainnya yaitu dengan membawa sendiri kantong plastik/tas belanja dari rumah saat berbelanja, agar sampah kantong plastik berkurang.

Kantong Plastik tidak gratis atau berbayar di Alfamart

Dalam programnya kali ini, Alfamart mengajak Agent of Change (Agen Perubahan) yaitu kasir Alfamart sebanyak 12 orang untuk diedukasi mengenai sosialisasi penggunaan kantong plastik. Mba Ulfa selaku perwakilan dari Alfamart menegaskan bahwa kasir dari Alfamart harus bijak berkomunikasi dengan konsumen Alfamart dalam penggunaan kantong platik. Hal ini sangat berguna untuk memberikan pengetahuan kepada konsumen demi kelangsungan hidup yang lebih baik.

Agent of Change dari Alfamart untuk ikut menyuarakan stop kantong plastik

Selain Agent of Change, Alfamart juga mengundang perwakilan dari Bank sampah Karuwisi dalam sosialisasi penggunaan kantong plastik kali ini. Dihadiri oleh beberapa orang ibu-ibu dari Bank Sampah, mereka turut memamerkan hasil karyanya yang salah satunya menggunakan daur ulang plastik. Dengan mendaur ulang, sampah dari bahan plastik, kertas, dan kain perca bisa dijadikan kerajinan yang cantik seperti tas, dompet, tempat permen atau bahkan pot beserta bunga yang cantik.

Ibu-ibu dari Bank Sampah Karuwisi ikut mendengarkan sosialisasi penanganan sampah plastik
Salah satu hasil kreasi dari Bank Sampah yang mendaur ulang sampah
Jenis kreasi lainnya dengan menggunakan daur ulang sampah

Menutup penjelasannya siang itu, Mba Ulfa mengajak kami semua untuk memahami bagaimana pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Salah satu hal yang paling kecil yang bisa dimulai dari diri sendiri adalah dengan tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk belanja. Kesadaran dari diri sendiri yang setidaknya bisa membawa sedikit perubahan untuk lingkungan hidup kita. Bagaimana, sudah siap diet kantong plastik? 🙂

1 KOMENTAR

  1. Saya sedang berusaha kak untuk tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja..walaupun sebenarnya masih perlu juga sih untuk pakai kantongin sampah, hehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here