Saya menuliskan ini karena ingin berbagi tentang pengalaman saat anak saya mengalami sakit kulit di sekitar tangan dan kakinya. Sakit yang lumayan lama harus hinggap di badan anak saya. Faiz, anak ketiga saya mengalami gatal-gatal hebat selama beberapa minggu. Awalnya saya anggap gatal biasa, hanya seperti gigitan nyamuk sebesar bentol kecil dan berwarna merah. Tapi siapa sangka ternyata bentol-bentol kecil ini membuat Faiz jadi tidak masuk sekolah hingga sebulan. Masya Allah, yang namanya penyakit yah memang selalu seperti itu, tidak disangka-sangka datangnya. Pfiuuuuhhh… 🙁

Bentol merah awal gejala sakit Faiz

Awalnya pada leher Faiz muncul bentol sebesar gigitan nyamuk berwarna merah, bentolnya beberapa di leher dan sebagian di tangan kanannya. Karena tidak disertai gatal dan tidak ada keluhan lainnya, jadi saya pikir itu hanya bentol biasa. Apalagi dia terlihat sehat, tidak demam atau mengeluhkan sakit apapun. Nafsu makannya pun normal seperti biasa. Dia pun masuk sekolah sebagaimana hari-hari biasanya. Saya hanya mengoleskan minyak tawon pada bentol tersebut. Beberapa hari kemudian bentolnya kemudian terlihat di bagian tubuh yang lainnya, kali ini di tangan sebelah kirinya. Tidak hanya di tangan tetapi ada juga di bagian dadanya. Saya kemudian makin panik dan bingung, sakit apa sebenarnya Faiz ini. Kali ini diapun mulai mengeluhkan gatal pada bentol tersebut, gatal yang disertai rasa sedikit perih ketika digaruk. Lagi-lagi saya hanya mengoleskan minyak tawon pada bentolnya, sambil mencari informasi dari kerabat yang mungkin tahu dengan penyakit ini. Informasi dari internet juga tidak lupa saya buka, kali-kali ada info yang bisa membantu, begitu pikirku…

Bentol di tangannya berisi cairan putih

Ruam merah karena sering digaruk

Semakin hari bentolnya kemudian makin bertambah, kali ini ada di telapak tangan dan sela-sela jari, terlihat juga berisi cairan putih. Ya Allah, kenapa dengan Faiz ini? Sakit apa dia? Tanpa pikir panjang saya lalu membawa Faiz ke dokter spesialis kulit. Daripada harus mengira-ngira dan mencoba berbagai macam obat, iya kalo cocok, kalo tidak kan makin bahaya…

Baca juga : Radang tenggorokan selalu datang berulang

Periksa ke dokter spesialis kulit

Bersama papanya, saya kemudian membawa Faiz ke dokter. Antriannya tidak begitu panjang sih, mungkin sekitar 5 sampai 6 orang lagi untuk tiba pada antrian saya. Selama menunggu, Faiz terlihat gelisah karena dia merasa gatal pada tangan dan kakinya, sudah pasti itu membuatnya makin tidak nyaman. Saya pun mencoba menenangkan dan berkata bahwa sedikit lagi giliran dia untuk masuk ke dalam. Menunggu sekitar kurang lebih hampir sejam, akhirnya Faiz masuk ke ruang periksa dokter.

Dokter : Selamat malam bu

Saya : Malam dok, ini anak saya gatal-gatal dok, saya pikir bentol biasa tapi lama-lama bentolnya makin bertambah. *sambil melihatkan bentol di tangan dan kakinya pada dokter. Dokter terlihat menyalakan senter dan melihat tangan dan kaki Faiz.

Dokter : Sepertinya ini alergi bu

Saya : Alergi apa yah dok?

Dokter : Sepertinya alergi makanan protein tinggi.

Saya : Tapi anak ini termasuk anak yang malas makan dok, makannya biasa saja, dan tidak begitu banyak.

Dokter : Iya bu, tapi sepertinya memang dia alergi dengan protein, seperti makanan mengandung susu, susu, dan telur. Jangan dikasi ayam yah bu, ayam potong apalagi. *Deg. Iya sih dia sering makan ayam memang, walaupun tidak sebanyak kakaknya yang lebih doyan makan.

Saya : Tapi dok, kakaknya juga sering makan ayam tapi kenapa tidak alergi dok?

Dokter : Mungkin daya tahan tubuhnya bagus bu, atau memang dia tidak ada bakat alergi jadi masih aman-aman saja. Yang penting ibu kurangi saja makan ayam potong, kalau ayam kampung boleh tapi jangan terlalu sering juga. Susu kental juga tidak sehat untuk anak-anak, jadi tidak boleh sering diberikan.

Dokter kemudian membuat resep obat untuk Faiz. Sambil dalam hati saya kemudian mengingat-ingat kembali yang dikatakan dokter. Intinya sih harus ekstra menyiapkan makanan sehat untuk Faiz.

Perubahan selepas kunjungan dokter

Selepas dari dokter, saya pun mengoleskan beberapa salep racikan dari dokter dan meminumkan beberapa obat. Saya juga menghindari pantangan yang diberitahu oleh dokter. Jadi betul-betul no protein hewani, protein yang saya berikan hanya dari protein nabati seperti tempe dan tahu. Telur tidak saya berikan sama sekali, susu juga tidak sama sekali. Air putih saya tambah frekuensi pemberiannya, karena mengonsumsi beberapa obat harus dibarengi dengan pemberian air putih yang banyak. Apalagi Faiz ini termasuk anak yang malas minum air putih, jadilah saya ekstra ketat dalam mengawasi dia.

Beberapa hari berlalu, tapi bentol di tangan dan kaki Faiz tidak kunjung hilang juga. Kali ini malah timbul juga di bagian tubuhnya yang lain. Kenapa yah? Padahal saya sudah mengikuti semua anjuran dokter, menghindari semua pantangannya. Apa yang salah yah?

Saya harus tetap tenang“, begitu pikirku. Sebagai orang tua saat anak sakit, kita harus tetap tenang dan mencari informasi lainnya. Second opinion, kalo kata orang-orang. Jadi lah saya searching di internet berharap bisa mendapat informasi yang tepat.

Anggapanku, dengan ilmu farmasi yang dulu pernah saya pelajari, bisalah membuat saya menemukan informasi yang tepat untuk sakit yang dialami Faiz. Ternyata setelah mencari beberapa info di internet, saya jadi makin kebingungan. Penyakit kulit memang mempunyai gejala yang hampir mirip sehingga agak susah dibedakan. Apalagi jenis penyakit kulit tergolong sangat banyak, jadi cenderung susah untuk membedakannya. Beberapa lama mencari, saya malah makin takut melihat gambar-gambar di internet. Saya pun hanya pasrah, dan mencoba memberikan obat dari dokter kembali. Semoga saja besok ada perubahan, doaku dalam hati.

Beberapa hari lewat, saya melihat tidak ada perubahan baik di kulit Faiz. Malahan bentol yang ada semakin bermacam-macam gejalanya. Ada yang terlihat berair, ada yang merah, tapi ada juga yang seperti luka, sepertinya karena sering digaruk. Saya semakin bingung harus bagaimana, pilihannya memang harus ke dokter, tapi kedokter yang mana? Bagaimana kalau resep dari dokter tidak cocok lagi? Bagaimana kalau sakitnya makin parah? Saya pun kemudian berdiskusi dengan suami untuk mengambil langkah apa. Dan yang terpenting selalu berdoa, karena segala penyakit hanya bisa sembuh hanya dengan izin Allah.

Baca juga : Memaksimalkan daya tahan tubuh

Pentingnya follow up (pemeriksaan lanjutan)

Setelah berdiskusi, kami pun memutuskan untuk kembali ke dokter yang sama, dokter yang sebelumnya memeriksa Faiz. Pertimbangan saya, dokter sudah tau dengan riwayat penyakit Faiz, setidaknya ini poin penting membawanya kesana kembali. Setibanya di ruang praktek, dokter sedikit kaget melihat Faiz karena sebelumnya tidak parah seperti itu.

Dokter : Duhh, kenapa ini bu jadi makin seperti ini?

Saya : Iya dok, saya juga bingung, saya sudah ikuti semua yang dokter bilang tapi gatal-gatalnya makin parah seperti ini.

Dokter : Semestinya waktu bentolnya mulai bertambah, ibu langsung bawa kesini. Jangan tunggu sampai lama

Saya : Saya pikir kan masih ada obat dari dokter, jadi saya masih pakai obat dari dokter dulu, dok.

Dokter : Yah sudah, kalo setelah resep obat yang ini tidak ada perubahan, terpaksa anaknya harus masuk rumah sakit supaya lebih mudah diobservasi bu.

***Duuuhhh, saya paling takut kalo harus opname rumah sakit. Seandainya ada cara lain, saya lebih suka kalau Faiz dirawat di rumah saja sambil mengonsumsi obat dari dokter. Tapi mau bagaimana lagi?

Saya : Jadi gimana dok? Apa harus masuk rumah sakit? Atau bisa minum obat saja? Dokter : Makanya kita lihat saja yah bu, ini saya kasi resep obat yang lain. Nanti kita lihat apa ada perubahan setelah minum obat ini. Kalau misalnya besok tetap tidak ada perubahan, yah harus masuk rumah sakit.

Saya : Tapi anak saya bisa sembuh kan?

Dokter : Saya hanya dokter bu, saya hanya membantu, tapi ibu harus berdoa karena yang menyembuhkan itu Allah.

**Serasa disirami air, jiwa ini mendadak tenang. Iya yah, sembuh tidaknya kan tergantung Allah. Saya dan dokter hanya berusaha semaksimal mungkin, tetapi semua harus dengan izin Allah. Bismillah, kita mulai perjuangan selanjutnya…

Kesembuhan mulai terlihat

Malam sepulang dari praktek dokter, saya langsung sholat dan berdoa. Tidak ada daya selain pertolonganMu ya Allah, begitu ucapku dalam hati. Setelah lebih tenang, saya pun menenangkan Faiz yang sudah gelisah karena ngantuk dan dengan kaki yang semakin gatal. Bismillah ya Allah, saya oleskan salep dan meminumkan obat dari dokter. Sambil dalam hati saya terus berdoa, supaya diberi kesembuhan yang seutuhnya.

Faiz pun tertidur, begitu juga saya yang memang sedikit cape dengan aktivitas sehari-hari. Begitu tengah malam saya langsung terbangun dan langsung memeriksa kondisi Faiz. Masya Allah, kulitnya sudah mulai lebih baik, kulitnya yang sebelumnya mengering dan sedikit bernanah langsung terlihat lebih baik. Ya Allah, alhamdulillahi rabbil alamin. Senang sekali saya malam itu, setidaknya malam itu tidurnya terlihat lebih tenang dan nyaman.

Keesokan harinya, saya kembali memberikan Faiz obat dari dokter. Tidak lupa memperhatikan asupan makanannya. Saya ingat dokter juga bilang daya tahan tubuhnya harus dijaga, dan perhatikan betul makanan dan minuman yang masuk. Saya pun mengikuti anjuran dari dokter dan berusaha menghindari semua pantangannya.

Tangannya sudah bersih dari sehat kembali

Sebulan yang terasa berat dan melelahkan, alhamdulillah membuahkan hasil yang sangat baik. Faiz mulai terlihat lebih baik dan lebih sehat. Gatal-gatalnya mulai sembuh, mengering dan terlihat memudar. Saya sangat bersyukur sekali saat mengingat ini. Saya juga masih terus mengunjungi dokter sampai saat ini untuk hasil yang lebih baik. Walau sudah sembuh, bekas yang ditimbulkan masih terlihat dan sedikit mengganggu buat saya. Saya ingin dia betul-betul sehat kembali seperti dulu, tanpa ada keluhan apapun. Insha Allah…

 

14 KOMENTAR

  1. Anak saya juga alergi mbak, ketahuannya bbrpa minggu setelah lahir, bentol2 merah gitu, ternyata alergi telur, karena ASI saya juga stop mkn telur, setelah bbrp bulan saja juga kena alergintelur, padahal sblm2nya ga.

      • Pagi mbak, anak saya skrg mengalami sakit kulit persis seperti anakmbak, tp umur anak saya baru 1,5 th. Minta tlg nama obatnya mbak, trus bisa nggak untuk anak usia 1,5 th. Makasih y

        • Kalau penyakit kulit sebagian besar salepnya racikan dari dokter mba,jadi bukan obat bebas yg bisa dibeli diapotik. Sebaiknya mba kedokter kulit karna bisa saja gejalanya sama tapi belum tentu sama dgn penyakit anak saya mba. Apalagi kalo mencobakan obat yg belum tentu cocok mba, kasian nnt anaknya apalagi msh 1,5 thn. Semoga bs cepat sembuh yah

  2. Jd alergi ya mbaa.. Dulu pernah sih aku begitu, pas msh kecil dulu. Alergi juga. Tp waktu itu lgs manjur dikasih obat ama dokternya.. Kalo alergi yg bikin gatal ini memang menyiksa.. Kadang ga tahan ama gatalnya itu..

    • Iya mba, alergi makanan olahan susu, susu itu sendiri, sama protein hewani. Padahal dulu semua makanan aman2 aja buat si Faiz. Kata dokter memang dia ada bakat alergi, katanya sih ada faktor keturunan. Seingat saya, dulu saya waktu kecil juga alergi tapi alhamdulillah sekarang sudah tidak lagi

  3. Anak sy jg lgi gatel* gitu.. Ada binik merah sama, putih yg dlmx kyk berair.. Ksian klo tdr suka kebangun klo gatalx dtg..
    Blm sempat k dokter ..
    Tpi ini hrs secepatx deh sy bwa, tkut mkin parah kyk gitu.. Ksian bru umur 1thn, klo gtal bisax nangis ?

  4. Mbak anak saya jg sama seperti ini. Sudah di bawa ke dr kulit tp makin nambah bintik bintiknya krna makin nambah saya pikir obat dokternya ga cocok akhirnya saya ganti ke dokter anak tp blm jg hilang bintiknya masih nambah. Cm anak saya msh terlihat aktif dan ga gatal2 ini skrg saya bingung hrs follow up k dokter kulit yg sebelumnya ato ganti dokter kulit yg lain di kota sebelah?? Krna dokter kulit di kota saya cm satu mbak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here