Namanya sudah besar dan begitu dikenal banyak orang. Pribadinya yang santun, ramah, dan sangat dekat dengan aktivitas sosial ini menjadikan dirinya semakin lekat di hati masyarakat. Siapa yang tidak kenal dia? Perempuan inspiratif pemilik karya-karya khas Indonesia, Anne Avantie. Perempuan kelahiran Semarang 20 Mei 1964 ini merupakan salah satu desainer terkemuka di Indonesia. Dia terkenal sebagai trendsetter fashion kebaya di Indonesia. Melalui tangan Anne, kebaya menjadi adibusana yang elegan namun tidak meninggalkan ciri khas sebagai budaya bangsa.

Orang-orang hebat tidak lahir begitu saja bukan? Mereka terbentuk melalui kesukaran, tantangan dan air mata. Dengan hanya bermodalkan 2 buah mesin jahit di rumah kontrakannya, Anne Avantie membuka bengkel jahit sederhana bernama Griya Busana Permatasari. Kecintaannya pada dunia fashion memang telah terlihat sejak kecil. Ternyata darah seni ini diturunkan oleh sang ibunda, Amie Indriati, yang sejak mudanya telah berkecimpung dalam dunia fashion dan kecantikan. Anne Avantie yang menghabiskan masa kecilnya di Solo, menunjukkan kemampuannya membuat berbagai pita/hiasan rambut yang kemudian dijual ke teman-temannya. Beranjak dewasa, dia sering membuat kostum panggung untuk grup vokal dan tari di sekolah untuk berbagai ajang hiburan remaja di Solo.

Dengan melewati berbagai proses kehidupan yang naik turun, jatuh bangun, Anne Avantie kemudian berhasil mendirikan butik eksklusifnya di Jakarta. Namun dalam pencapaiannya, dia merasa kesuksesan ini ada kehendak Yang Maha Kuasa. Perasaan yang terus muncul, Anne kemudian merasa pantaskah ia bermegah diri diantara banyak sahabat-sahabat yang masih terpuruk dalam derita. Dalam ketidakmampuan yang menghimpit, sahabat-sahabat lainnya yaitu para pelaku industri kreatif yang masih kesulitan memasarkan produksinya. Sehingga muncul kepedulian Anne Avantie untuk mengayomi para pelaku UKM dan menyediakan wadah yang tepat bagi mereka. Inilah yang membuat langkahnya semakin matang untuk menyelenggarakan acara ini, Pasar Tiban Karya Anak Negeri.

 

Pasar Tiban Karya Anak Negeri

Pasar Tiban dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai pasar dadakan. Berasal dari kata tiban atau ketiban yang berarti tiba-tiba atau dadakan. Pasar tiban ini adalah rangkaian acara yang merangkul UKM agar mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju serta berkembang menggapai mimpi mereka. Acara ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk menyalurkan ekspresi kreatifitas diri yang mandiri. Sehingga para pelaku UKM bisa memasarkan produknya dalam wadah yang tepat dan tidak kalah bersaing di tengah maraknya produk-produk luar negeri yang selama ini lebih dipercayai dan memiliki nilai jual.

Pasar Tiban yang diadakan di Trans Studio Mall Makassar ini merupakan rangkaian acara yang sebelumnya telah sukses diadakan di Surabaya, Jakarta dan Bandung. Kota Makassar untuk pertama kalinya dipilih menjadi tempat pelaksanaan Pasar Tiban di luar pulau Jawa. Ini karena  Makassar merupakan tempat pelanggan terbanyak ketiga untuk karya-karya Anne Avantie. Koleksi yang dihadirkan adalah koleksi batik dan kebaya yang sangat cantik. Potongan kainnya terlihat begitu detail, dengan model dan ukuran yang beragam. Para pembeli saat itu terlihat begitu antusias mengunjungi dan berbelanja dalam rangkaian acara ini. Apalagi pada saat itu pihak penyelenggara mengadakan flash sale 20 % selama 20 menit. Tentu saja pengunjung yang datang semakin antusias dan semakin memadati acara ini.

Berbagi kursi roda kasih

Pada momentum awalnya melangkahkan kaki di Makassar, Anne Avantie juga menggelar aksi sosial. Pribadinya yang memang begitu peduli dengan penyandang disabilitas menyerahkan sumbangan alat bantu disabilitas melalui “Program berbagi kursi roda” yang merupakan agenda rutin dari Yayasan Anne Avantie dan Dinas Sosial terkait.

Anne Avantie menyerahkan 100 kursi roda, Tonet (tongkat tunanetra), kruk (alat bantu berjalan) serta 18 laptop untuk para penyandang disabilitas dan penderita kusta. Tamu-tamu yang hadir saat itu terlihat sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Anne Avantie.

Pic by Pratiwi

Pagelaran tunggal Anne Avantie, Inspirasi karya & cinta

Sebagai bentuk ucapan syukurnya, Anne avantie mengadakan pagelaran tunggal di Hotel Four Points by Sheraton Makassar pada tanggal 19 September 2017. Acara ini dipandu oleh MC kondang Indy Barends dan Indra Bekti juga fashion stylist Caren Delano. Pagelaran ini menghadirkan puluhan model ternama seperti Kimmy Jayanti, Kezia Warouw, Wulandari Herman dan beberapa model asal Makassar. Mereka membawakan rancangan kebaya milik Anne Avantie yang dipadu padankan dengan kain batik yang semakin mempercantik tampilannya. Dihias beberapa aksesori pendukung, tampilan kebaya ini menjadi semakin elegan dan modern namun tetap mencirikan budaya khas Indonesia yang kental.

All pic by Aisyahressz

Rangkaian acara Pasar Tiban berakhir pada tanggal 24 September 2017 kemarin. Semoga acara-acara seperti ini bisa tetap hadir di kota Makassar sehingga memberikan banyak perubahan positif untuk industri fashion lokal dan juga tanah air pada umumnya.

 

10 KOMENTAR

  1. duh ndk bisa meka berkomentar saking memukaunya auranya bunda, oh ya makasih kak sdh mau pake fotoku dan ada namaku, senang ka kalo ada yg pake fotoku. hehe.
    mauka follow blogta tapi ndk tau dmn tombol follownya.

    sila mampir dan follow blogku jika berkenan
    lifestyle blog: ashpeabyhabibapratiwi.blogspot.com
    personal style blog: habibapratiwi.blogspot.com

    makasii:)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here